Posted by: pkab | 11 June 2009

Fenomena Gunung Es dan Peta Konsep


Fenomena Gunung Es

Fenomena Gunung Es

Pagi ini Sur pergi bersama-sama team RCSC menemui Kepala Badan LitBang sebuah Departemen dalam diskusi selama 2 jam, Sur membuat beberapa catatan. Strategi dan Kebijakan yang sudah sangat bagus di atas kertas (disusun oleh team Doktor dalam bidang keahlian masing-masing dari Perguruan Tinggi ternama) dan sudah teruji secara Naskah Akademisnya, tetapi banyak diantaranya macet dalam hal implementasinya. Terjadi gap yang sangat besar antara ide dengan implementasinya.

Yang memprihatinkan juga adalah telah sebegitu banyaknya hasil laporan penelitian yang telah dibuat tetapi hanya sedikit saja yang bisa berhasil dibuat produk jadi dan dijual di pasar. Bisa jadi kita selama ini hanya berkutat pada lapisan paling atas (hanya 10% saja dari gunung es permasalahan yang sebenarnya).

Dalam perjalanan pulang menuju kampus timbul diskusi bahwa banyak permasalahan yang sebenarnya menyangkut yang 90% yaitu Culture (kebudayaan). Dalam lingkungan departemen yang sarat dengan birokrasi, banyak ahli yang pintar bekerja di dalamnya tetapi kurang (atau belum) bisa mau menerima pandangan dari orang lain karena menganggap bahwa idenyalah yang paling benar, belum adanya sinergi antar bagian di dalam departemen itu sendiri, bisa jadi karena masing-masing memiliki TuPokSi yang spesifik, sehingga sering menganggap sebuah masalah itu bukanlah bagian wilayahnya dan kesulitan juga dalam mengkomunikasikan bahwa sebenarnya masalah yang ada itu harus dipecahkan lintas intra dan inter departemen.

arrowsAkibatnya sudah bertahun-tahun kita merdeka tetapi kesinergisan antar departemen masih belum terlihat. Buruknya lagi sudah trilyunan rupiah dianggarkan dan dipergunakan (Sur tidak bicarakan masalah berapa persen yang hilang karena terkorupsi) tetapi hasilnya tidak berdampak banyak dalam memanfaatkan sumber daya alam (yang semakin hari semakin habis digerogoti oleh segelintir kelompok saja, tetapi akibatnya rakyat kecil yang menanggungnya). Istilahnya adalah: KURANG FOKUS! Tumpang Tindih! Akhirnya hanyalah menghambur-hamburkan uang pajak rakyat saja. Fungsi Menteri Koordinator (MenKo) perlu diperkuat agar bisa terciptanya keharmonisan rencana dan implementasi semua rencana yang telah dibuat di Bappenas.

Sehingga timbul ide untuk mengawal strategi dan kebijakan itu dengan Peta Konsep dalam pengimplementasiannya untuk mengurangi kemacetan, kebuntuan dan tidak berjalannya di lapangan di bantu dengan secara periodik Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh stakeholder. Sehingga dapat dilihat apa saja yang menjadi kendala, resource yang dibutuhkan, perlunya sikap take-and-give antar mereka, dan action apa yang perlu diambil untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: