Posted by: pkab | 19 March 2009

Proses Kreatif


Proses Kreatif

Gambar 1. Proses Kreatif

Di dalam usaha kita dalam menghadapi krisis maka diperlukan kemampuan untuk melihat kesempatan atau mengenali permasalahan dengan benar. Setelah itu kita memasuki dunia tersebut. Selanjutnya pikiran kita menginkubasikan pola atau pattern yang ada. Tahapan yang terpenting adalah Insight, yaitu momen ketika kita mengatakan “AHA! Aku tahu solusinya!”. Yang terakhir adalah untuk memverifikasi dan mengaplikasikan ide untuk menjadi kenyataan.

Lateral Thinking

Gambar 2. Lateral Thinking

Seperti terlihat pada Gambar 2. Brainstorming, free-association adalah kekuatan utama dalam hal melakukan lateral thinking. Peta Konsep adalah alat bantu yang sangat powerful untuk melakukan hal tersebut. Dalam sesi brainstorming maka belahan otak kanan di manfaatkan semaksimal mungkin. Setelah dirasakan cukup maka peranan belahan otak kiri di manfaatkan kemudian untuk memilih dan memilah cabang-cabang mana saja yang tidak relevan (tidak dibuang), mengeksplorasi lebih lanjut cabang yang nampak menarik, melompat ke cabang lain untuk melanjutkan pengembangan dari sudut sana. Kemudian belahan otak kanan untuk memindahkan cabang mana perlu di regroup dengan kelompoknya, menarik garis hubungan antar cabang, melihat lagi secara keseluruhan dan menemukan ide baru hasil penggabungan cabang yang satu dengan cabang yang lain.

Setelah itu ditentukan cabang-cabang mana saja yang dijadikan keputusan rapat, orang yang berkompeten diberikan tugas pada cabang yang tepat (put the right man behind the gun), beri urutan prioritas, deadline. Kemudian secara periodik Peta Konsep tersebut diupdate progress tiap cabangnya sehingga bisa terlihat cabang mana saja yang macet, ditelusuri penyebab-penyebabnya, dialokasikan resources tambahan atau diganti orang yang lebih tepat.

Bisa jadi ada revisi minor ataupun mayor pada Peta Konsep yang telah diputuskan sebelumnya karena adanya perubahan lingkungan eksternal. Jika setiap orang memiliki Peta Konsep yang sama, yang bisa difilter berdasarkan PIC untuk melihat tugas masing-masing, maka perubahan-perubahan yang terjadi tidak membuat orang kelihangan arah dan usaha tiap-tiap bagian bisa tetap diusahakan sinergis sehingga tercapainya tujuan yaitu merebut kesempatan atau mengatasi permasalahan yang timbul.

Kombinasi antara Berpikir secara Vertikal dan Lateral

Gambar 3. Kombinasi antara Berpikir secara Vertikal dan Lateral

Perlu jam terbang yang tinggi untuk mendapatkan kemampuan berpikir secara vertikal (dominan belahan otak kiri) dan secara lateral (dominan belahan otak kanan) yang tinggi untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari otak anda. Dengan Peta Konsep kemampuan anda dalam berpikir dua teknik tersebut terakomodasikan. Jangan lagi anda mendengar komentar orang terhadap diri anda “Ah.. anda berpikiran sempit…” atau “Ah.. anda kebanyakan ide, tapi tidak feasible”. Latih diri anda menggunakan Peta Konsep agar kemampuan berpikir anda meningkat.

Daftarkan diri anda pada Free Seminar Pengenalan MindMapping Untuk Bisnis untuk melihat demo MindJet MindManager 8 secara live tahapan-tahapan di atas. Dapatkan juga klinik konsultasi bagi peserta yang hadir.

Bila ada pertanyaan mengenai artikel ini, silahkan ajukan di bagian komentar.


Responses

  1. Insight, Intuition, and Imagination are the three aspects of higher thinking.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: