Posted by: pkab | 3 November 2008

Salah Konsep: Burung Pak KaDes


Burung Yang Dimaksud

Burung Yang Dimaksud

Seorang Kepala Desa memiliki hobi memelihara burung. Pada suatu pagi, burung kesayangannya hilang. Wah, marah sekali dia.
Pak KaDes membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di desanya.

KaDes: “Siapa di sini yang punya burung ?”
Segera seluruh laki-laki yang hadir angkat tangan.

Kaget, Pak KaDes mengoreksi:
“Bukan, maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung ?”
Seluruh perempuan yang hadir angkat tangan.

Dengan muka merah padam pak KaDes menyambung,
“Maaf, bukan itu maksud saya. Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri ?”
Separuh perempuan yang hadir angkat tangan.

Muka pak KaDes makin merah. Gugup.
“Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya, siapa yang pernah lihat burung saya ?”

Sontak, isteri pak KaDes angkat tangan, disusul lima perempuan lain dengan malu-malu.

Muka bu KaDes merah padam  . . . . .
Muka pak KaDes merah legam  . . . . .
Semua yang hadir tegang  . . . . . .
Pak KaDes melarikan diri.

Kira-kira begitulah kejadiannya kalau kita membicarakan suatu konsep dengan orang lain tetapi tidak memiliki dasar pemahaman konsep yang sama. Oleh karena itu Peta Konsep bisa membantu untuk menjembatani apa yang hendak kita sampaikan kepada orang lain dan kita bisa langsung mengecheck pemahaman mereka akan konsep yang telah kita sampaikan dengan melihat gambar Peta Konsep yang mereka gambar.

Cerita di atas baru urusan Burung, apakah kita bisa bayangkan kalau yang kita bicarakan adalah Kemaslahatan masyarakat Indonesia yang beragam budaya, latar belakang, bahasa, pengalaman dan lain-lain. Dengan bantuan kata kunci dan gambar kunci yang bisa dipahami oleh mereka maka konsep yang rumit bisa dikomunikasikan dengan lebih baik.

Impian Sur adalah kita (semua lapisan) baik secara individu, kelompok bahkan sampai tingkat Pemerintah dapat mempelajari cara membuat Peta Konsep kemudian kita mulai sama-sama menggunakannya untuk mengkomunikasi Apa yang diingini, Apa yang diharapkan, Apa yang sudah ada, Apa yang diperlukan, Bagaimana cara mencapainya, Siapa yang akan mengerjakan apa, Kapan, de es te….


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: