Posted by: pkab | 3 November 2008

Fokus


Bersama Kita Bisa Fokus!

Bersama Kita Bisa Fokus!

Tidak sengaja Sur menemukan berita pada Kompas, 7 Januari 2008 dengan judul “Presiden Minta Menteri Fokus Bekerja Hingga 2009” dan kalau melihat sepak terjang para Menteri (melalui media massa), rasa-rasanya sulit menyatakan apakah mereka benar-benar telah melaksanakan permintaan atau perintah Presiden tersebut.

Perlu diperinci lagi pernyataan oleh Presiden dari 7 Fokus tahun 2008-2009 dengan dilengkapi apa saja kriteria suksesnya, kapan deadlinenya, siapa Menteri yang ditugaskan, status yang sudah ada, budget (yang dianggarkan, yang sudah dicairkan, hasil yang dapat dilihat, manfaat apa yang telah dirasakan oleh masyarakat).

Focus!

Focus!

Dengan Peta Konsep maka bisa dibuatkan centrum dengan judul di tengah: Fokus 2008 Kuartal IV. Kemudian dibuatkan dahan-dahan besar yang apa-apa saja yang menjadi target/ fokus pada bulan Oktober-Desember 2008. Kemudian diplot siapa, kapan (tanggal mulai-tanggal akhir), file-file yang berhubungan dengan pekerjaan itu ditambahkan, sehingga bisa dengan cepat ditayangkan bila diperlukan, persentase status pekerjaan pada dahan tersebut, prioritasnya, dan-lain.

Nanti biar di level Menteri kemudian membuat sebuah Peta Konsep lagi untuk menjabarkan langkah-langkah lebih detil untuk mencapai target yang telah dibebankan kepadanya. Misal: Presiden meminta Menteri Kehutanan untuk mencegah Kebakaran hutan yang sampai menimbulkan asap pekat ke mana-mana bisa diselesaikan. Maka di Level Menteri maka bisa dibuatkan centrum dengan judul: Pencegahan Kebakaran Hutan dan membuatkan dahan-dahannya sebagai berikut: peta digital (GIS) yang menampilkan lokasi-lokasi kebakaran hutan (DIMANA). Kemudian siapa saja yang diberikan HPH pada wilayah tersebut (SIAPA). Minta masing-masing pemegang HPH untuk melaporkan pemanfaatannya (KAPAN dibuka, dengan apa dibuka hutan itu, buktinya mana). Kalau bisa dicross check kapan kejadian kebakaran dan kapan pembukaan lahan, maka mustinya dengan mudah pemegang HPH di wilayah itu diperingkatkan secara keras untuk tidak lagi melakukan hal tersebut dan bila melanggar maka berikan sanksi yang keras. Karena kalau tidak dilakukan demikian, maka wibawa negara mau diletakkan di mana?? Masa sudah sekian tahun kejadiannya masih berulang.

Memang mudah untuk dibicarakan di atas kertas tetapi kalau dibarengi dengan niatan yang tulus untuk membela negara, mensejahterakan rakyat banyak (tidak membela oknum/ pengkhianat negara demi keuntungan pribadi/ golongan) mustinya kita bisa laksanakan dan capai.

Kemudian dalam rapat-rapat koordinasi tiap Menteri menampilkan Peta Konsep yang telah diupdate untuk selanjutnya digabungkan menjadi 1 mega peta konsep milik Presiden sehingga bisa dilihat kemajuan, mana yang masih pending (kena masalah apa, sumber daya apa yang dibutuhkan, peraturan apa yang menghambat, dll) bisa dibicarakan. Sur yakin dalam tempo 5 tahunan Indonesia bisa keluar dari krisis global, karena kita bisa menanam beras dan sayuran sendiri, membangun rumah dengan kayu sendiri, mensekolahkan anak di lokal wilayah masing-masing, dan lain sebagainya. Semoga….


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: