Posted by: pkab | 1 September 2008

Kelemahan Peta Konsep dan Solusinya


Sur tertarik untuk menjawab pertanyaan Bu Ratna di milis DikBud mengenai kelemahan Peta Konsep (seperti terlalu jauh eksplorasi sehingga jauh dari topik utama) dan cara menghindarinya.

IMHO (in my humble opinion) kelemahan dari peta konsep adalah:

  • bila seseorang terlalu banyak menggunakan kata kunci/ gambar kunci (key word/ key image), kode (asosiasi) yang hanya dimengerti oleh si pembuat, maka orang lain akan kesulitan untuk memahaminya. Hal ini memang dianjurkan oleh pakem Mind Map, peta konsep harus dibuat sepribadi mungkin dan itu akan menempel kuat di otak sang pembuatnya.
  • cara berpikir seseorang akan menjadi divergen dan ini bisa menjadi kelemahan dan juga sekaligus kekuatan. Kelemahan karena ia akan menjadi kurang fokus pada satu masalah. Kekuatan karena ia terus akan menggenerate ide dari apa yang sudah terlihat di kertas dan menambahkan ide-ide baru yang muncul di kepalanya (otak kanan). Perlu di latih agar ia bisa fokus untuk menganalisis (otak kiri): kelogisan ide2 yang telah muncul, detil dari sebuah cabang peta konsep.
  • memerlukan 2-3 kali penggambaran ulang agar peta konsep bisa terlihat lebih rapih dan artistik (bila menggunakan kertas dan pensil/spidol warna), kecuali pakai bantuan program komputer seperti FreeMind, MindManager, http://bubbl.us, dll.

Patokan dalam pembuatan sebuah Peta Konsep/ Peta Pikiran adalah: sedapat mungkin 1 tema memiliki 7 +/- 2 dahan dan kedalamannya sampai 3-5 tingkat. Bila sebuah cabang terlalu rumit maka bisa dibuatkan Multi-Map.

Bagian-bagian tubuh Manusia

Bagian-bagian tubuh Manusia

Contoh: Tubuh manusia (tema) terdiri dari kepala, tubuh, tangan dan kaki. Dari (dahan) Kepala terdiri dari mata, hidung, telinga, mulut. Dari (cabang) mata bisa diteruskan menjadi bola mata, alis, kelenjar air mata, dll.

Bagian-bagian Mata

Bagian-bagian Mata

Bisa saja di halaman peta Tubuh Manusia cukup sampai Mata, dan dibuatkan di lembar terpisah dengan Mata sebagai tema utamanya, kemudian dibuatkan dahan-dahan seperti bola mata, alis, kelenjar air mata, dll. Dari (dahan) bola-mata dibuatkan cabang-cabang seperti: lensa, iris, retina, dll. Dari (cabang) lensa dibuatkan ranting-ranting seperti: penyakit yang berhubungan dengan lensa, seperti katarak, miopi, prebiopi, dll.

Sedangkan untuk bagian tubuh bagian dalam mungkin bisa dipecah menjadi: sistem pernafasan, sistem aliran darah, sistem percernaan, sistem reproduksi, dll. Belum lagi sistem pertulangan, setiap ruas ada nama-nama latinnya.

Fascinating Human Body

Fascinating Human Body

Dengan mengingat prinsip Miller’s Magic Number (7 +/- 2) dan kedalaman 3-5 tingkat maka seseorang dapat lebih fokus untuk memecahkan suatu topik yang diberikan untuk ia pelajari atau ia kembangkan.

Semoga jelas dan membantu.


Responses

  1. Benar kayaknya ya om. Bisa membuat kita menjadi menjadi kurang fokus pada satu masalah.

  2. Perlu latihan agar otak kita fokus pada centrum (titik pusat mind mapnya).
    Kalau sudah terlalu melebar pembahasannya, maka perlu dibuatkan sebuah mind map yang baru dengan titik pusat yang sedang menjadi pusat perhatian kita.

    Kalau bisa dibuatkan link di antara kedua peta konsep tersebut.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: