Posted by: pkab | 20 August 2008

Pengaruh Penggunaan Peta Konsep Terhadap Hasil Pembelajaran Di Perguruan Tinggi


Oleh: Wahyu prihanta, Drs, M.Kes
Department of Biology Education

Keyword : peta, konsep,pengaruh, pembelajaran

Masalah pembelajaran dihadapi baik dari sekolah tingkat dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi, sehingga masih perlu dicari upaya-upaya cara pembelajaran di perguruan tinggi. Salah satu cara pembelajarandi Perguruan Tinggi adalah dengan menggunakann peta konsep. Peta konsep akan membuat rangkaian yang bermakna, sehingga ingatan lebih kuat untuk menyimpannya. Dan tidak mungkin seseorang dapat menghubungkan sesuatu (konsep) apabila orang tidak mengerti benar akan konsep tersebut.. Seseorang yang telah dapat mengkaitkan konsep-konsep menunjukkan orang tersebut telah faham benar dengan konsep yang dimengertinya, karena peta konsep menggambarkan bagaimana konsep-konsep saling terkait atau berhubung-hubungan.

Peta konsep cocok digunakan di Perguruan Tinggi mengingat daya pikir mahasiswa dalam taraf yang tinggi, yaitu taraf operasional formal, sehingga mereka mampu untuk mencari sendiri konsep-konsep dari sumber yang dikehendaki. Namun demikian tidak mudah menerapkan peta konsep ini, untuk itu perlu diteliti keefektifan penggunaan peta konsep terhadap hasil pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan menggunakan peta konsep akan lebih baik dari pada tidak menggunakan peta konsep? Dan tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan peta konsep dan tidak dalam pembelajaran terhadap hasil pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan peta konsep akan lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan peta konsep dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif cara pembelajaran bagi dosen terhadap mahasiswa.

Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendikan Universitas Muhammadiyah Malang, sedangkan sampelnya adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan tahun 1995, yang mengikuti mata kuliah Strategi Belajar dan Mengajar sejumlah 37 orang.

Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan tes tertulis dalam bentuk obyektif tes dengan pilihan ganda, dan essey tes. Penelitian dilaksanakan 6 bulan mulai bulan Sebtember 1998 sampai dengan Maret 1999. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji t dua sampel berhubungan.

Hasil penelitian ini adalah t tabel = 2,70. Jadi t hit > t tabel, maka Ha diterima, yang berarti hasil pembelajaran dengan peta konsep lebih tinggi dari pada tidak menggunakan peta konsep.

Deskripsi Alternatif :

Masalah pembelajaran dihadapi baik dari sekolah tingkat dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi, sehingga masih perlu dicari upaya-upaya cara pembelajaran di perguruan tinggi. Banyak metode pembelajaran yang biasa digunakan di Perguruan Tinggi antara lain: metode ceramah metode tanya jawab, diskusi, penugasan, ataupun dengan cara-cara lainnya.

Salah satu hasil pembelajaran di Perguruan Tinggi adalah suatu produk atau konsep-konsep. Konsep ini bisa berupa fakta, konsep ataupun prinsip Produk atau konsep yang sudah didapatkan dalam pembelajaran tersebut akan lebih bermakna bila dikait-kaitkan sehingga menjadi rangkaian yang bermakna. Rangkaian yang bermakna akan membuat ingatan lebih kuat untuk menyimpannya. Dan tidak mungkin seseorang dapat menghubungkan sesuatu (konsep) apabila orang tidak mengerti benar akan konsep tersebut.

Rangkaian yang bermakna ini oleh Novak (1985) dinamakan peta konsep. Novak (1985) mengemukakan suatu gagasan bahwa untuk supaya konsep-konsep yang dimiliki siswa (mahasiswa) lebih bermakna dapat digunakan dengan peta konsep. Gagasan ini didasarkan atas teori belajar Ausebel. Ausebel (1979) menekankan pentingnya guru (dosen) mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa (mahasiswa) agar belajar bermakna berlangsung. Pengetahuan atau konsep baru akan dipelajari secara hafalan bila dalam struktur kognitif siswa tidak terdapat konsep-konsep yang relevan. Tetapi Ausebel belum menyediakan cara bagi para guru dosen) untuk mengetahui apa yang telah diketahui siswa (mahasiswa), dan Novak inilah yang mengeluarkan gagasan tentang peta konsep atas dasar pikiran Ausebel.

Copyrights : Copyright © 2001 by Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kunjungi dan Daftarkan diri ke Digilib STIE Kesatuan untuk dapat mengakses full papernya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: