Posted by: pkab | 31 July 2008

Kreatif Mendesain Naskah


Oleh: Djony Herfan

Malas membaca itu lumrah saja. Wajar bila kemalasan membaca bersesalan dengan rambahan media tontonan ke pelbagai seantero negeri ini. Apalagi kekuatan media tontotan semakin mencengkeram pundi-pundi negeri ini hingga ke pelosok desa dan kecamatan. Tatkala budaya tulis mulai tumbuh, serentak budaya lisan pun ikut bertumbuh pesat. Adakah cara lain untuk memotivasi penulis agar aktif dan kreatif menulis naskah?

Mempelajari apakah, jika penulis ingin aktif dan kreatif mendesain sebuah naskah? Pertanyaan ini mengemuka pada pelatihan “Teknik Kreatif Mendesain Buku (Nonfiksi)”, Kamis 15/5 di Jakarta. Menurut Aloysius Arisubagya, Editor Senior sebagai fasilitator, sangat penting bagi penulis naskah untuk mempelajari persoalan pembaca dan keinginan pembaca demi memuaskan pembaca. Untuk itu, ia perlu merancang tema atau ide buku, ide-ide pendukung tema yang memvisualkan ide, feature dan manfaatnya.

Dalam kenyataan sehari-hari agak sulit membangkitkan ide penulisan, kata Arisubagya. Namun, ada cara lain untuk membangkitkan ide penulisan, seperti informasi naskah terlaris, tren, kombinasi dengan industri lain, memperluas rentang kendali produk, memformulasikan masalah, mengubah aturan main, dan meniru praktik terbaik.

Di samping itu, penulis perlu menetapkan tema naskah. Caranya, dengan memformulasikan masalah, memformulasikan janji produk, dan latihan. Ketika memformulasikan masalah, penulis naskah perlu meniru strategi investasi milioner, meniru kebiasaan atau mental berinvestasi milioner, dan menghindari pantangan kebiasaan berinvestasi milioner.

Dalam kaitan dengan janji produk, menurut Arisubagya, penulis perlu mempertanyakan apakah janji produk yang ditawarkan bagi pembaca? Apakah keuntungan terbesar yang ditawarkan? Bagaimana pentingnya keuntungan itu bagi pembaca? Hal itu semua dapat membantu untuk mendapatkan kekuatan atau pengaruh tulisan. Oleh karena itu, penulis naskah perlu memformulasikan janji produk. Tahap-tahapnya terdiri atas menetapkan masalah atau tema naskah, menetapkan target pembaca, dan menetapkan janji produk. Misalnya, tema naskah tentang variasi produk keuangan. Target pembaca, seperti eksekutif, mahasiswa dan karyawan. Janji produknya untuk memahami serbaneka produk keuangan, dapat memilih produk keuangan, dan menyusun portofolio.

Akan tetapi, bekal itu belum dianggap cukup bagi penulis naskah. Untuk itu, penulis perlu memvisualkan ide penulisan. Perangkat untuk memvisualkan ide penulisan antara lain dengan pencatat ide (seperti PDA atau laptop), mindmapping (memvisualkan ide dan pikiran), dan mindmapping meringkas naskah.***

Sumber: JohnHerf’s Blog


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: