Posted by: pkab | 7 June 2008

Ke-(tidak)-teraturan Struktur Magnet


Struktur Magnet Yang Tidak Co-Linier

Membaca berita-berita dari koran beberapa hari terakhir ini sungguh menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa yang sesungguhnya memiliki komponen, sumber daya atau kekuatan yang dahsyat, tetapi semakin hari semakin terlihat tidak berdaya menghadapi perubahan global, semakin tertinggal dengan negara-negara yang katanya lebih muda atau baru merdeka beberapa puluh tahun yang lalu. Awalnya yang sering dijadikan contoh pembanding adalah negara Vietnam. Tetapi belakangan negara kita malah dibandingkan dengan negara dari kawasan Afrika. Infrastruktur (air, listrik, transportasi, jalan), aturan hukum yang jelas (aturan pajak yang jelas, penegakan hukum) dan lain-lain adalah bukti yang nyata Indonesia menjadi jauh tertinggal. Sebagian pemimpin boleh bicara yang muluk, berusaha untuk menutup-tutupi kondisi buruk dan mengatakan yang bagus-bagus di mana-mana, tetapi orang bahkan bangsa lain melihat kenyataan dan penderitaan yang sungguh nyata dirasakan oleh lapisan masyakarat bawah. Sungguh trenyuh membaca berita ‘Tukang sapu tewas karena kelaparan’ pada awal Juni 08 lalu.

Ibarat susunan struktur magnet pada gambar di atas, walaupun memiliki kekuatan tetapi karena tidak beraturan arahnya maka logam tersebut tidak memiliki kekuatan daya tarik apapun seperti layaknya sebatang magnet. Seandainya saja struktur di dalamnya bisa diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu arah atau menjadi co-linier maka logam tersebut akan menjadi sebatang magnet dan memiliki kekuatan untuk mengatur serbuk besi yang berada di sekitarnya (paling tidak).

Peta Konsep adalah salah satu alat bantu untuk menyamakan visi yang dimiliki oleh seorang pimpinan bangsa atau paling tidak pimpinan suatu institusi (entah bisnis, perkumpulan atau apapun bentuknya). Visi itu diletakkan sebagai topik utama ditengah-tengah atau yang disebut Centrum. Dari centrum itu ditarik dahan-dahan besarnya yang berupa misi-misi yang hendak dicapai. Dari tiap misi itu dibuatkan cabang yang berupa strategi untuk mencapai misi tersebut. Dari tiap cabang itu dibuatkan ranting berupa faktor apa saja yang berhubungan dengan pencapaian strategi tersebut. Dari setiap ranting dibuatkan daun yang berupa pendukung-pendukung untuk mencapai tujuan faktor tersebut.

Pada setiap dahan, cabang, ranting (dan sub-ranting), daun bisa diberikan Informasi Tugas (Task Info) yang berupa Tanggal Mulai, Tanggal DeadLine, Siapa PICnya, Sudah berapa persen kemajuannya, diberi nomor prioritas, diberikan tanda-tanda seperti: Berhati-hati, Ini penting, dll.

Magnetic Field

Gambar Medan Magnet yang indah. Bayangkan Visi yang berada di tengah peta konsep itu menghubungkan semua kekuatan dan keteraturan yang dimilikinya dan kemudian kekuatan itu berpendar ke segala penjuru.

Maka dari situ seorang pimpinan dapat melihat bagian manakah yang masih belum selaras atau yang melenceng dari visi-misi-strategi pencapaian goal. Bisa dimonitor pada bagian tertentu tersebut apa yang menjadi kendala, sumber daya atau keputusan apa yang dibutuhkan untuk mengatasi hal tersebut, mengatur waktu mana yang harus diprioritaskan selesai terlebih dahulu agar bisa mendukung kegiatan-kegiatan lainnya, dan seterusnya.

Bicara mengenai Millenium Development Goal sebagai contoh akan dibuatkan posting terpisah.


Responses

  1. […] yang tidak mengetahui apa yang perlu ia lakukan pada waktu yang tepat, dan sebagainya. Baca artikel Ke-(tidak)-teraturan Struktur Magnet untuk mengetahui efek bila tidak terjadi kekompakan antar elemen. Gambar 3. Persiapan […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: