Posted by: pkab | 22 May 2008

Mengetahui dan Memahami Kekuatan dan Kelemahan Lawan


Strategic thinking need map

Bila selama ini bangsa kita “terlihat kedodoran” di berbagai bidang dan di media masa telah terbit suatu kekhawatiran Kebangkrutan Nasional, itu karena kita tidak memiliki Peta situasi terakhir. Semuanya terlihat dan terasa gelap, sehingga musuh dengan leluasa menari-nari, bahkan dihadapan hidung kita, tetapi kita tidak bisa melakukan apa-apa!

Siapakah musuh yang kita hadapi saat ini? Jawaban sederhananya adalah keserakahan dari sekelompok oknum yang dengan semena-mena menguras kekayaan SDM kita dan menikmati untuk kelompok mereka sendiri, meninggalkan kesengsaraan yang sangat dashyat pada rakyat kita. Apalagi sebentar lagi akan diterapkan penarikan subsidi BBM.

Saya sudah membaca analisis dari Bapak Kwik tentang subsidi BBM dan kecurigaan beliau mengenai adanya “permainan dari pemerintah”. Bisa jadi apa yang dipandang oleh Bapak Kwik belumlah lengkap, sehingga informasi perlu dilengkapi lagi dari berbagai sumber seperti: Pertamina, Operator asing yang mengambil minyak bumi dari perut Indonesia, Pemerintah (yang diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Keuangan dan Menteri-menteri terkait), sehingga dapat tercipta gambar peta permasalahan yang lebih utuh.

Perlu diambil langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi penjualan atau penyelundupan BBM ke luar negeri, yang melibatkan terminal pengisian di Plumpang, Perbatasan, Nelayan-nelayan yang suka pergi ke perbatasan, Distributor minyak, sehingga bisa ditrace siapa penimbun, di mana ia menimbun, berapa banyak yang ditimbun, siapa penadah dan lain sebagainya. Dari situ bisa diambil langkah yang tepat untuk mengalahkan lawan/ musuh rakyat.

Saya percaya Indonesia tidaklah kekurangan para ahli pemikir strategis, koordinator lapangan yang handal, dan ahli-ahli lainnya. Mereka perlu diajak berunding bersama-sama untuk melihat peta kekuatan lawan, sehingga dapat mengambil strategi dengan kekuatan yang kita saat ini miliki.

Peta Konsep dapat membantu untuk menyusun kepingan-kepingan informasi yang masing-masing stakeholder miliki, agar dapat disusun dan dipetakan bersama, sehingga terlihatlah bagian mana yang perlu kita fokuskan untuk dipecahkan dalam waktu segera dan mana yang prioritas yang lebih rendah. Bisa ditentukan siapa sebagai PIC, kapan harus selesai, hubungan dengan tugas-tugas yang lainnya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: