Posted by: pkab | 11 March 2008

Dirjen Dikti:“Buat Peta Kebutuhan Nasional!”


Oleh: Irwandi.

Data Sakernas (Survey Angkatan Kerja Nasional) per Februari 2007 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengangguran dari kalangan perguruan tinggi naik jika dibandingkan tahun lalu. Pada Agustus 2006 penganggur dari kalangan terdidik berjumlah 673.628 orang atau 6,16 persen. Jumlah ini naik menjadi 740.206 atau 7,02 persen, pada 2007. Angka-angka ini menjelaskan bahwa kita perlu secara bersama menjawab relevansi internal dan eksternal pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam satu pertemuan dengan Direktorat Akademik, Dirjen Dikti, Fasli Jalal meminta kepada Direktorat Akademik sebagai salah satu bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk memulai membuat analisa kebutuhan kasar terhadap angkatan kerja dari perguruan tinggi.

“Departemen Kesehatan, misalnya sudah punya perkiraan-perkiraan kebutuhan tenaga kesehatan, sampai tahun 2010 dan 2020, baik dokter, spesialis, maupun bidan”. Lantas kita bagaimana, kata dirjen, “di Enginering bagaimana, LPTK bagaimana, Humaniora bagaimana?

“Adakah dasar kita untuk mengatakan tentang kebutuhan nasional akan tenaga kerja. Bisakah kita mengestimasi, ketika kita bisa memetakan kebutuhan itu, dari mana suplaynya. Adakah data tentang demografi sarjana kita, serial/kohortnya bagaimana, sehingga maintenance dari produksi yang ada bisa dipertahankan”, kata Dirjen.

Harus diakui bahwa Departemen Pendidikan Nasional belum memiliki bank data kebutuhan seperti itu. Untuk itu Dirjen meminta kepada Direktorat Akademik, termasuk juga kepada seluruh direktorat yang ada di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk memulai membuat analisa kebutuhan tenaga kerja dari perguruan tinggi.

Ketika tidak ada data yang cukup, ada ironi yang terjadi kata Dirjen. Sebetulnya kebutuhan akan tenaga kerja meningkat, tapi tidak terpenuhi. Perusahaan-perusahaan lama menunggu kekosongan itu, dari calon-calon yang tepat/bermutu. Padahal kita setiap tahunnya meluluskan beribu-ribu lulusan.

Sumber: DitJen DikTi


Sur: Siapa tahu ini adalah momentum yang bagus untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100 (1 abad) di mulai dari kesadaran sungguh sangat amat pentingnya pendidikan. Semoga!


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: