Posted by: pkab | 2 November 2007

Tahapan Pembuatan Peta Konsep


5 Langkah Pembuatan Peta Konsep

  1. Lakukan Brainstorming selama 10-15 menit per sesi. Ketika Central disebutkan maka konsep apa saja yang terlintas di benak dituliskan terlebih dahulu. Jangan lakukan penilaian apakah relevan atau mau diletakkan di mana.
  2. Kategorisasikan/ kelompokkan sekumpulan ide itu kemudian tentukan hirarki konsep mana yang menjadi dahan (umum), mana yang jadi ranting dan mana yang jadi daun (detil).
  3. Mulai layout / gambarkan konsep-konsep tersebut.
  4. Tarik garis antar konsep tersebut.
  5. Pergunakan warna, Ikon dan Asosiasi untuk menambah cantiknya Peta Konsep yang dihasilkan.

Ya, cuman hanya 5 langkah sederhana seperti itu. Tetapi di balik kesederhanaan dan mirip bentuk dan cara kerja sel otak kita menyimpan informasi. Nucleus=Centrum, Axon=Dahan, Dendrite=Ranting, Synapse=Hubungan ke Map Lainnya (ini kemampuan Multi Map).

Bentuk Neuron Otak

Penggunaan warna, ritme (dari gambar ketebalan dahan, ranting ke daun), layout (spasial), ikon dan asosiasi (menghubungkan Ikon dan Analogi) untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang sudah melekat di otak –> membantu otak mengingat lebih baik, karena melibat lebih banyak panca indra, juga otak melakukan proses Asimilasi pengetahuan baru terhadap pengetahuan yang sudah mengendap sebelumnya.

Setelah peta konsep itu jadi, maka kemampuan otak kanan secara visual dan holistik serta Gestalt yang memicu “Kayaknya ada yang kurang dan saya bisa tambahkan lebih lanjut” akan meneruskan pengembangan peta tersebut. Kemampuan alami otak kanan yang Random akan tersalurkan ketika ada sebuah konsep baru muncul, maka otak kiri mulai bekerja menganalisa sebaiknya diletakkan di mana.

Ketika melihat peta secara keseluruhan dari jauh maka otak kanan bekerja (seperti seseorang menilai/ mengagumi lukisan) dan ketika tertarik pada suatu lokasi maka otak kiri mulai bekerja secara logis dan analitik.

Sinergis antara dua belahan otak kanan dan kiri inilah yang membuat mengapa Peta Konsep itu sedemikian powerfulnya. Harus sering menggunakan baru bisa merasakan manfaatnya. Karena sepintas peta konsep yang digambar secara manual berantakan tidak beraturan.


Responses

  1. Sangat bermanfaat bagi kami, jazakallah

  2. terimakasih,,,
    saya terbantu dengan tulisan anda tentang pembuatan mapping ini.

  3. Mohon dibedakan antara Peta Konsep (Concept Map) dengan Mind Map. Ini dua hal yang berbeda sama sekali. http://www.informationtamers.com/WikIT/index.php?title=File:Map_types_-_What_is_the_difference_between_mind_maps_and_concept_maps.png

  4. Membantu banget gan :)) trimakash postingannya ,, semoga nilai PPKn saya bisa bagus dengan presentasi besok ammiin…

    *Annisa 7E SMPN 1Wates


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: